Jumat, 19 Juni 2015

TUGAS 3 : Softskill Pengqntara Krratifitas dan Keberbakatan

ARTIKEL 1KREATIF BERPIKIR BERKAT MUSIK
Alasan memilih artikel diatas:Menurut kelompok kami artikel ini sangat kreatif karena pada umumnya artikel tentang psikologi terlalu kaku dan banyak membahas masalah kejiwaan, mental dan penyakit-penyakit tentang berbagai macam gangguan kejiwaan. Dalam artikel ini dijelaskan bahwa melalui bermusik, anak akan mampu mengembangkan berbagai kecerdasan kognitif, emosi, dan kinestetik. Banyak orang tua yang belum mengerti tentang manfaat dari sebuah musik. Artikel ini menjelaskan bagaimana manfaat dari sebuah musik, mulai dari bayi dalam kandungan hingga balita yang berumur 5 tahun. Biasanya alunan musik klasik dapat membuat sel-sel otak janin pada ibu hamil menjadi lebih aktif.
Dijelaskan bahwa seorang anak yang berumur 5 tahun kebawah dapat mengembangkan kreativitas dan mengontrol emosinya melalui sebuah musik. Terdapat penelitian dan studi yang membahas soal manfaat yang anak dapatkan dalam bermusik, artikel ini dapat dibilang sebagai artikel yang kreatif dan memiliki bahasan yang menarik sehingga pembaca memiliki rasa penasaran untuk membaca dan memahami artikel ini. Artikel ini disajikan dalam bentuk yang singkat, jelas, dan mudah dipahami. Sehingga orangtua dapat menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar anaknya dapat memiliki berbagai macam kemampuan yang dihasilkan sebuah musik, sejak dini.
ARTIKEL 2PERKEMBANGAN TERBARU TERAPI DEPRESI VIA INTERNET
Alasan memilih artikel diatas:Alasan mengapa artikel tersebut menari bagi kelopok kami karena ditemukannya metode lain untuk mengatasi orang yang sedang mengalami depresi. Mungkin pada masa sebelumnya orang-orang yang sedang mengalami depresi hanya mengandalkan psikolog/psikiater atau hanya sekedar bercerita dengan orang-orang terdekat. Namun artikel ini mengatakan bahwa menangani orang yang mengalami depresi sekarang tidak hanya melalui psikolog/psikiater, melainkan melalui internet. Ini merupakan suatu yang baru juga di dunia psikologi. Ditambah lagi belum tentu semua orang yang mengalami depresi mampu untuk berkonsultasi dengan psikolog/psikiater karena memerlukan biaya yang tidak sedikit. Memangnya bisa menangani depresi melalui internet? Menurut kelompok kami, hal ini bisa saja dilakukan. Misal, melalui media sosial, tentu saja kita bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang. Nah, di media sosial ini kita dapat membentuk suatu komunitas dimana anggotanya merupakan orang-orang yang sedang mengalami depresi. Mereka dapat menceritakan masalah mereka satu sama lain dan saling memberikan saran dan nasehat untuk mengurangi rasa depresinya. Ini juga membantu agar orang-orang yang sedang mengalami depresi tidak beranggapan bahwa hanya dialah yang sedang mengalami masa sulit, namun orang-orang di sekitarnya pun ada, sehingga mereka dapat bertukar pikiran mengenai masalahnya. Namun, menurut kami akan lebih efektif jika komunitas ini didampingi oleh satu atau beberapa orang yang ahli, seperti psikologi atau psikiater.
ARTIKEL 3HUMOR BUAT ANAK CERDAS & KREATIF
Alasan mengapa memilih artikel diatas:Alasan kelompok kami memilih artikel ini sebagai salah satu artikel yang kreatif adalah pemilihan topik dalam pembahasannya. Artikel ini mengungkapkan bahwa kecerdasan, ketrampilan, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, rasa empati dan percaya diri, serta kemampuan menyelesaikan suatu masalah dapat meningkat hanya dengan mengajak anak-anak, terutama bayi tertawa. Hal ini sangat aneh karena biasanya untuk meningkatkan kecerdasan anak diperlukan belajar, belajar dan belajar. Sedangkan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dalam bersosialisasi biasanya orang tua di suruh untuk memasukkan anaknya ke sekolah sedini mungkin, atau di sekolah guru akan membagi murid-murid dalam kelompok-kelompok belajar. Namun ternyata hanya dengan hal yang mudah, yaitu tertawa, anak sedini mungkin sudah dapat ditingkatkan kecerdasan maupun kemampuan bersosialisasinya. Hal ini tentu saja menarik dan dapat dengan mudah dipraktekkan kepada anak-anak agar kehidupan keluarga lebih bahagia karena sering tertawa bersama. Kebenaran artikel ini tentu tidak perlu diragukan lagi sebab sudah disertakan juga pendapat dari psikolog anak yang juga seorang stand-up comedian, bahkan Ketua Laughmasters and Toastmasters International Club di Amerika Serikat, yaitu Louis R. Franzini, PhD.
Anggota Kelompok:
– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
– Revisha Avenia
– Vennysya Noviyanty
– Widianita Susanti
Kelas : 1PA10
Mata Kuliah: Pengantar Kreativitas dan Keberbakatan
Fakultas : Psikologi
Jurusan: Psikologi
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014/2015

Tugas 2 : Menganalisa Film

Future Life on Earth            Menurut kelompok kami, penemuan yang paling bermanfaat jika diterapkan dalam kehidupan adalah:
1. Anti-aging Pills2. Foot Power3. Floating Cities
Alasan mengapa kami memilih Anti-aging Pills sebagai penemuan yang paling bermanfaat diantara ketiga penemuan yang kami pilih karena bisa dibayangkan jika kita bisa hidup 10 tahun lebih lama, dan kita hidup dimana teknologi sudah sangat berkembang, kita dapat mengamati teknologi apa saja yang sedang diterapkan di dunia, bukan hanya mengamati, tetapi kita bisa juga untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kemungkinan untuk Anti-aging Pills diterapkan dalam Indonesia bisa saja terjadi, karena jika ditinjau dari perkembangan ilmu kedokteran di Indonesia sudah cukup pesat dan ini memungkinkan jika penerapan Anti-aging Pills di Indonesia bisa saja terjadi. Penemuan ini akan lebih baik lagi jika ada dukungan dari pemerintah, dan tidak disalahgunakan oleh masyarakat Indonesia.
Penemuan kedua yang bermanfaat di kehidupan menurut kelompok kami adalahFoot Power. Foot Power adalah pengambilan energi listrik yang dihasilkan dari pijakan kaki orang di tempat umum. Foot power dapat diletakan dimana saja, khususnya di tempat yang sering dilalui orang seperti taman, pintu masuk gedung-gedung, pintu masuk mall dan berbagai tempat umum lainnya. Dalam pengambilan energi yang dihasilkan dari foot power memberikan banyak sekali keuntungan, seperti penerangan lampu jalan, penerangan di daerah pedalaman atau terpencil dan berbagai hal yang berhubungan dengan listrik. Menurut kelompok kami penemuan ini dapat diterapkan di indonesia karena dengan adanya penemuan ini diharapkan pemerintah dapat memberikan energi listrik yang merata di seluruh indonesia tanpa mengeluarkan banyak uang dan lebih praktis dalam menghasilkan energi listrik. Hanya dengan satu pijakan yang bisa menguntungkan semua orang.
Dan yang terakhir adalah Floating Citie. Kami memilih Floating Cities untuk diterapkan di Indonesia  karena seringnya terjadi banjir di Indonesia, terutama Ibu kota negara kita, yaitu Jakarta. Alangkah menyenangkan bila Ibu kota Indonesia merupakan kota pertama yang dapat mengapung di atas air.
Keunggulan Floating Cities yang dapat mengapung di atas air ini sangatlah bermanfaat bagi Jakarta apabila diterapkan karena seringnya terjadi banjir di beberapa wilayah dalam frekuensi yang cukup sering. Sebut saja Jakarta Timur yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba, daerah yang menjadi titiknya tak lain adalah Cipinang Melayu, Jatinegara Barat, serta Matraman.
Di Indonesia sebenarnya sudah mengenal rumah yang dapat mengapung di atas air, bahkan sudah diterapkan di beberapa tempat wisata, seperti Wisma Apung di Pulau Karimun Jawa dan Rumah Apung di Bangsring, Banyuwangi. Tempat wisata ini menyajikan rumah-rumah yang mengapung di atas air laut dan keindahan bawah lautnya, namun tentu dengan membayar harga yang sudah ditarifkan. Kita pun ke tempat wisata ini harus dengan menggunakan perahu atau speedboatterlebih dahulu. Sedangkan Floating Cities merupakan kota terapung dengan penduduk tetap, tidak lagi memerlukan perahu atau speedboat untuk menuju rumah Anda, serta tidak perlu membayar karena Anda dapat memiliki rumah Anda sendiri di kota ini.
Kota mengapung ini juga menawarkan segala sesuatu yang tersedia di kota Anda, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, pasar, sekolah/perguruan tinggi, bahkan taman kota. Rumah Anda akan aman dari banjir karena rumah Anda dapat mengapung di atas air bersama dengan kota anda. Tidak ada lagi kemacetan dan alasan terlambat ke kantor atau sekolah karena banjir.
Meskipun Floating Cities sangatlah menjanjikan dan mungkin untuk diterapkan di Indonesia, terutama Jakarta, namun tetap saja ada beberapa kendala untuk merealisasikannya. Terutama masalah ekonomi bangsa yang harus mencukupi dana pembuatan Floating Cities ini, kesiapan pemerintahan kemandirian politik yang kuat dan berkembang untuk mendukung penuh hal ini, serta kesiapan mental penduduk Jakarta untuk mendukung dalam penginterpretasian Floating Citiestersebut di kotanya. Yang tak kalah penting adalah perekrutan orang-orang ahli dalam bidang ini, terutama dukungan dan sponsor dari negara-negara maju di dunia.
Anggota Kelompok:
– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
– Revisha Avenia
– Vennysya Noviyanty
– Widianita Susanti
Kelas : 1PA10
Mata Kuliah: Pengantar Kreativitas dan Keberbakatan
Fakultas : Psikologi
Jurusan: Psikologi
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014/2015

Senin, 15 Juni 2015

Potensi belajar dan berbahasa pada anak - anak


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bahasa merupakan suatu yang dapat membantu manusia berinteraksi dengan orang lain. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengertian bahasa dan berbicara. Bahasa mencakup segala bentuk komunikasi, baik yang diutarakan dalam bentuk lisan, tulisan, bahasa isyarat, bahasa gerak tubuh, ekspresi wajah pantonim atau seni. Sedangkan bicara adalah bahasa lisan yang merupakan bentuk yang paling efektif untuk berkomunikasi, dan paling penting serta paling banyak dipergunakan. Ketika anak mengetahui kata - kata, mereka dapat menggunakannya untuk menjelaskan segala sesuatu yang ada dilingkungannya. Melalui bahasa anak mampu mengkomunikasikan kebutuhannya, perasaan dan pikirannya kepada orang lain. Berdasarkan pada tahap perkembangan, anak mulai belajar bahasa pada umur 1-3 tahun. Pada usia ini anak sudah mulai mengeluarkan kata - kata seperti mama, papa serta banyak berceloteh, maka itu tahapan usia ini disebut ledakan bahasa. selanjutnya perkembangan berbahasa anak itu berbeda - beda tergantung pada tahapan perkembangannya. Orang tua harus memfasilitasi kebutuhan anak untuk berbahasa.

B. Perumusan Masalah
1. Bagaimana mengetahui potensi belajar dan berbahasa pada anak?

C. Tujuan Penulisan
Uuntuk lebih mengetahui perkembangan bahasa pada anak supaya orang tua dan orang - orang disekitarnya lebih mengerti bahasa apa yang mereka lontarkan. orang tua lebih memberikan stimulasi bahasa yang baik agar anak berpotensi berbahasa yang baik.

BAB II
PEMBAHASAN

Pada waktu lahir tiap-tiap individu mendapat bekal berupa kemampuan siap, yang pelaksanaannya berdasarkan insting. Disamping bekal berupa insting itu, individu mendapat bekal juga berupa benih, bibit atau potensi yang mempunyai kemungkinan berkembang pada waktunya dan apabila ada kesempatannya maupun perangsangnya. Potensi inilah yang sekarang disebut dengan istilah pembawaan.  


Tahapan Perkembangan Anak
1. Umur 0-3 bulan
    - Melihat dan menatap wajah orang disekitar.
    - Mengoceh spontan atau breaksi dengan mengoceh.
2. Umur 3-6 bulan
    - Meraih benda yang ada dalam jangkauannya.
    - Memegang tangannya sendiri.
    - Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik.
3. Umur 6-9 bulan
    - Mulai mencoba untuk duduk
    - bersuara tanpa arti, mama, bababa.
4. Umur 9-12 bulan
    - Memasukan benda ke mulut.
    - Mulai belajar jalan.
    - Menirukan bunyi yang didengar.
5. Umur 12-18 bulan
    - Berdiri sendiri tanpa berpegangan.
    - Memperlihatkan rasa bersaing.
6. Umur 18-24 bulan
    - Bertepuk tangan, melambai – lambai.
    - Menyebutkan 3-6 kata yang mempunya arti.
7. Umur 24-36 bulan
    - Mencoret – coret kertas.
    - melepaskan pakaian sendiri.


Teori Perkembangan Bahasa Anak.
Penelitian yang dilakukan terhadap perkembangan bahasa aank tentunya tidak terlepas dari pandangan, hipotesis, atau teori psikologi yang dianut. Dalam hal ini sejarah telah mencatat adanya tiga pandangan atau teori dalam perkembangan bahasa anak. Teori tersebuat adalah sebagai berikut:

A.  Teori Nativis
Pandangan ini diwakili oleh Noam Chomsky (1974). Ia berpendapat bahwa penguasaan bahasa pada anak-anak bersifat alamiah atau nature. pandangan ini tidak berpendapat bahwa lingkungan punya pengaruh dalam pemerolehan bahasa, melainkan menganggap bahwa bahasa merupakan pemberian biologis, sejalan dengan terbukanya kemampuan lingual yang secara genetis telah di programkan.

Nativisme berpendapat bahwa selama proses pemerolehan bahasa pertama, anak sedikit demi sedikit membuka kemampuan lingualnya yang secara genetis telah diprogramkan. Jadi lingkungan sama sekali tidak punya pengaruh dalam proses pemerolehan bahasa pertama (acquisition).
Para ahli nativis berpendapat bahwa bahasa merupakan pembawaan dan bersifat alamiah dan meyakini bahwa kemampuan berbahasa sebagaimana halnya kemampuan berjalan, merupakan bagian dari perkembangan manusia yang dipengaruhi oleh kematangan otak, beberapa bagian neurologis tertentu dari otak manusia memiliki hubungan dengan perkembangan bahasa, sehingga kerusakan pada bagian tersebut dapat menyebabkan hambatan bahasa.

B. Teori Behavioristik
Pandangan ini diwakili oleh B.F Skinner, yang menekankan bahwa proses pemerolahan bahasa pertama dikendalikan dari luar diri si anak, yaitu oleh rangsangan yang diberikan melalui lingkungan. Istilah bahasa bagi kaum behavioris dianggap kurang tepat karena istilah bahasa itu menyiratlan suatu wujud, sesuatu yang dimiliki atau digunakan, dan sesuatu yang di lakukan. Padahal bahasa itu merupakan salah satu perilaku-perilaku manusia lainnya. Oleh karena itu, mereka lebih suka menggunakan istilah perilaku verbal (verbal behavior), agar tampak lebih mirip dengan perilaku kain yang harus dipelajari.

C. Teori Kognitif 
Jean Piaget (1954) menyatakan bahwa bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkah salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Bahasa distrukturi oleh nalar, maka perkembangan bahasa harus berlandas pada perubahan yang lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi. Jadi, urut-urutan perkembangan kognitif menentukan urutan perkembangan bahasa.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perkembangan bahasa pada anak berbeda tergantung dari usianya. Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena dengan bahasa sebagai dasar kemampuan seorang anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang lain. Kemampuan berbahasa anak tidak diperoleh secara tiba-tiba atau sekaligus, tetapi bertahap. Seiring dengan perkembangan bahasa, berkembang pula penguasaan anak-anak atas sistem bahasa yang dipelajarinya. Sistem bahasa itu terdiri atas subsistem, yaitu: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Adapaun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa adalah : kognisi, pola komunikasi dalam keluarga, jumlah anak, posisi urutan kelahiran, kedwibahasaan.

Daftar Pustaka
Papalia,D.E. &Feltman,R.D.(2012.Experience Human Development.Newyork:McGRAW – HILL.
http://melyloelhabox.blogspot.com/2013/05/teori-perkembangan-bahasa-anak.html
 http://misilmy.blogspot.com/2013/06/makalah-perkembangan-bahasa-anak.html



Jumat, 27 Maret 2015

‘Bumble-Sens Case’

‘Bumble-Sens Case’, mungkin terdengar aneh untuk pertama kali. Sebenarnya apa sih ‘Bumble-Sens Case’ itu?. ‘Bumble-Sens Case’ adalah produk yang diciptakan untuk melindungi gadget. Bukan hanya sekedar casing gadget biasa, ‘Bumble-Sens Case’ ini merupakan sebuah casing gadget yang bisa melindungi gadget konsumen dari benturan. ‘Bumble-Sens Case’ dapat digunakan untuk melindungi gadgethandphone, laptop, tablet, dll.

Ide terciptanya ‘Bumble-Sens Case’ adalah karena sekarang sebagian besar masyarakat menggunakan berbagai macam gadget dan pada umumnya gadget di zaman sekarang tidak tahan banting. Jika terkena benturan sedikit saja terkadang hang atau bahkan sampai rusak. Jadi, tentu saja sasaran produk ini adalah masyarakat yang sangat ‘menyayangi’ gadget-nya. Selain itu pemerintah juga berperan agar kami mendapatkan hak cipta atas terciptanya ‘Bumble-Sens Case’ ini.

Cara kerja ‘Bumble-Sens Case’ ini adalah ketika gadget jatuh dari ketinggian kurang lebih 25 meter atau gadget terkena benturan, maka ‘Bumble-Sens Case’ yang sudah dipasangkan pada gadget konsumen akan otomatis mengembang seperti bola, sehingga gadget aman dari benturan keras.

Nah, bagaimana sih proses pembuatan ‘Bumble-Sens Case’ itu sendiri?.

Berikut ini adalah proses pembuatannya:

1. Mencari bahan yang tepat untuk produk tersebut, mulai dari alat sensor bahan case yang tahan air, dan bahan yang kuat terhadap benturan

2. Kemudian, casing diberi warna agar telihat lebih menarik.

3. Selanjutnya, sensor terhadap benturan, tekanan, dan gravitasi bumi akan dibuat dalam ukuran mikro agar mudah disisipkan pada bagian casing.

4. Setelah semua pemasangan selesai, akan dilakukan pengujian terhadap casing pada kekuatan tekanan, benturan, dan ketinggian yang berbeda-beda.

5. Jika sudah lulus tahap pengujian, maka produk siap didistribusikan ke pasaran luas.

Harga yang ditawarkan untuk produk ini berkisar antara Rp 300.000 – Rp 450.000, bergantung pada jenis gadget yang akan diinginkan. Untuk pemesanannya sendiri dapat dipesan melalui web online yang sudah grup kami sediakan. Pengirimannya pun bisa dilakukan dengan menggunakan kurir jasa pengiriman barang yang sudah ditentukan.

Tentu saja agar produk ini dapat dikenal oleh masyarakat luas, kami akan meminta bantuan pemerintah agar produk ini diberikan hak cipta, sehingga sulit untuk orang-orang membuat produk serupa dengan ‘Bumble-Sens Case’ ini.

Setiap produk yang dibuat pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dari diciptakannya produk ini antara lain, sudah pasti ‘Bumble-Sens Case’ ini akan melindungi gadget konsumen dari benturan keras, dan dapat tahan benturan dan tekanan.  Selain itu, ‘Bumble-Sens Case’ ini dapat dicustom sesuai dengan gadgetyang konsmen inginkan dan mudah dibersihkan. Sedangkan kekurangannya antara lain, harganya yang relatif mahal dan radiasi terhadap tubuh cukup tinggi karena disertai dengan sensor, sehingga diharapkan agar tidak meletakkan gadgetdi dekat tubuh saat sedang tidur.

Sejauh apa ‘Bumble-Sens Case’ akan berkembang? Pastinya selama masyarakat masih menggunakan gadget, produk ini akan selalu dibutuhkan dan selama tidak ada pemalsuan terhadap produk ini.

Harapan ke depan untuk ‘Bumble-Sens Case’ sendiri adalah dapat diakui tidak hanya di masyarakat Indonesia saja, melainkan masyarakat internasional. Selain itu, diharapkan pemerintah juga dapat turut serta membantu dalam perlindungan hak cipta dan ahli sensor agar dapat meminimalisir plagiat yang menyebabkan kegagalan pada produk ini.

Anggota Kelompok:
– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
- Revisha Avenia
- Vennysya Noviyanty
- Widianita Susanti
Kelas : 1PA10Mata
Kuliah: Pengantar Kreativitas dan Keberbakatan
Fakultas : Psikologi
Jurusan: PsikologiUNIVERSITAS GUNADARMA 2014/2015

Rabu, 18 Maret 2015

Psikologi Umum

=> Persepsi adalah proses mengenali objek atau peristiwa yang terjadi pada
    individu setelah mendapat stimulus melalui penginderaan.
    Ada 2 hal yang membedakan yaitu proses atas-ke-bawah. Pada
    pemrosesan bawah-ke-atas (bottom-up processing), reseptor sensoris
    mencatat informasi mengenai lingkungan luar dan mengirimkannya ke
    otakuntuk analisis dan intepretasi. Pemrosesan bawah-ke-atas dipicu
    oleh masukan suatu rangsangan (prouix 2007: Wei. & Zhou.2006).
    Sedangkan pemrosesan dari atas-ke-bawah (top-bottom processing
    dipicu oleh pemrosesan kognisi pada tingkat yang lebih tinggi di otak
    (Sclack & Albright,2007 ; Zhaoping & Guyader, 2007). Kedua proses
    terasebut terjadi ketika kita sedang merasa dan mempresepsikan dunia.

    Sensasi adalah proses manusia dalam  menerima informasi sensoris
    melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi
    sinyal-sinyal neural yang bermakna dan mengandung arti.

=> faktor-faktor persepsi
     Faktor Internal
      - Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
         Alat indera atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus
         sedangkan syaraf sensori berperan dalam meneruskan stimulus
          – Indera penglihatan (visual) 
          – Indera pendengaran (auditori)
          – Indera perabaan (taktil)
          – Indera penciuman (olfaktori) 
          – Indera pengecap/rasa (gustatori) 

      - perhatian
         Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan
         untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan
         fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang
         berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga
         berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu
         obyek.

      Faktor Eksternal
      - Objek yang dipersepsi
         Proses mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek ini
         menimbulkan stimulusyang memicu atau merangsang alat indera atau
         reseptor. Walaupun sebagian besar stimulus itu datang dari luar, ada
         Juga stimulus yang datamg dari dalam individu yang memersepsi.
     
=> Proses perubahan sensasi-persepsi
    - Stimulus yang berupa cahaya, suara, suhu
    - Transductive => sinyal listrik => implus syaraf, adalah proses dimana
       panca indera merubah energi fiaik ke sinyal-sinyal listrik yang
       kemudian menjadi implus syaraf dan diteruskan ke otak untuk
       diproses.
    - Brain : Primary Areas adalah implus syaraf yang menjadi sensasi
    - Brain : Association Areas adalah sensasi yang di ubah menjadi image
       yang bermakna (persepsi).
    -personalized perception adalah pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan
      -ingatan personal akan menambah personal kita.
    Oleh karena itu persepsi bisa tidak mencerminkan stimulus aslinya. Persepsi dapat bias, berubah, atau terdistorsi.

      

Daftar Pustaka
=> Heru Basuki, R.S (2008). Psikologi umum. Jakarta : Gunadarma
=> julestomihi.blogspot.com/sensasi-dan-persepsi.html

Minggu, 18 Januari 2015

Pandangan hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Dengan demikian, pandangan hidup tidak timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Pandangan hidup dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang
    mutlak kebenarannya.

2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan
    kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.

3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif.

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur, antara lain:

1. Cita-cita

    Cita-cita merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup yang akan datang. Dengan kata lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya. Apabila cita-cita itu belum terpenuhi, maka cita-cita tersebut disebut angan-angan. Dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya, ada tiga faktor yang mempengaruhi, yaitu:
        1. Faktor manusia : manusia yang mau mencapai cita-citanya
            ditentukan oleh kualitasnya. Semakin keras kemauan seseorang
            untuk menggapai cita-citanya, maka cita-citanya akan tercapai
            dan begitu juga sebaliknya. Cara keras dalam mencapai cita-cita
            merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan
            menjadikan dirinya puas.

        2. Faktor kondisi : faktor ini dapat bersifat membantu dan
            menghambat.  Misalnya : Amir dan Budi adalah dua anak pandi
            dalam satu kelas, keduanya bercita-cita sebagai dokter. Amir anak
            orang yang cukup kaya dan kondisi ekonomi orang tuanya
            memungkinkan Amir untuk menjadi seorang dokter. Sebaliknya
            kondisi ekonomi Budi tidak memungkinkan Budi untuk menjadi
            seorang dokter.

        3. Faktor tingginya cita-cita : pepatah mengatakan “bayang-bayang
            setinggi badan”, artinya mencapai cita-cita seduai dengan
            kemampuan dirinya. Anjuran terakhir ini menyebabkan seseorang
            secara bertahap mencapai apa yang diidam-idamkan.  

2. Kebajikan

    Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan
    pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan
    norma agama dan etika. Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku
    setiap orang ada tiga hal, yaitu:
        1. Faktor pembawaan (heriditas)
        2. Faktor Lingkungan
        3. Faktor Pengalaman  

3. Usaha/Perjuangan

    Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita
    Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Tanpa
    usaha, manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras dapat
    dilakukan dengan otak/ilmi maupun dengan tenag/jasmani, atau dengan
    keduanya.  Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan
    harkat dan martabat manusia, sebaliknya oemalas membuat manusia itu
    miskin, melarat dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya
    sendiri.  

4. Kepercayaan/Keyakinan
   
    Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal
    dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada
    tiga aliran filsafat, yaitu:

        1. Aliran Naturalisme: Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan
            gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib berasal
            dari natur yang berasal dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya
            pada Tuhan, akan menganggap natur yang tertinggi.alam semesta
            mutlak dikuasai Tuhan, jadi manusia hanya dapat berusaha
            berencana, tetapi Tuhan yang menentukan hasilnya.

        2. Aliran Intelektualisme: dasar aliran ini adalah logika/akal. Dengan
           akal manusia berpikir. Apabila aliran ini dihubungkan dengan
           pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal
           Jadi pandangan ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang
           diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik.

        3. Aliran Gabungan: dasar aliran ini adalah kekuatan gain dan juga
           akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan
           percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.

Langkah-Langkah Berpandangan Hidup

1. Mengenal

    Merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.

2. Mengerti

     Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti yang dimaksudkan untuk mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Mengerti terhadap pandangan hidup memegang peranan penting karena dengan mengerti ada kecenderungan mengikuti aoa yang terdapat dalam pandangan hidup iyu.

3. Menghyati

     Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.

4. Meyakini

      Dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu.adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tingkah tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.

5. Mengabdi

      Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya maupun orang lain.

6. Mengamankan
     
      Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Langkah ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

Jumat, 28 November 2014

Kebudayaan Sumatera Barat

1. Rumah Adat
Rumah adata Sumatera Barat dinamakan Rumah Gadang. Rumah Gadang di Sumatera Barat adalah untuk tempat tinggal. Rumah tersebut dapat dikenali dari tonjolan atapnya yang mencuat ke atas yang bermakna menjurus kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Pakaian Adat
Kaum pria dari Sumatera Barat memakai tutup kepala yang disebut saluak. Memakai baju model teluk belanga yang berlengan agak pendek dan melebar ke ujung. Selembar kain menyelempang di bahu dan sebilah keris terselip di depan perut. Ia juga memakai celana panjang dengan kain songket melingkar di tengah badan. Sedangkan wanitanya memakai tutup kepala bergonjang yang disebut tangkuluak tanduak, baju kurung dengan kain songket menyelempang di bahu dan berkain songket. Perhiasan yang dipakainya adalah anting-anting, kalung bersusun dan gelang pada kedua belah tangan, pakaian ini berdasarkan adat Minangkabau.

3. Tari-tarian
Daerah Sumatera Barata. Tari Piriang, sebuah tarian tradisional yang melambangkan suasana kegotongroyongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama.b. Tari Payung, ditarikan oleh pasangan muda-mudi dengan payung tangan, sang pria selalu melindungi kepala sang wanita, sebuah perlambang perlindungan lelaki terhadap wanita.

4. Senjata Tradisional
Senjata tradisional yang amat terkenal di Sumatera Barat adalah Karih yang merupakan senjata tikam. Senjata tikam lainnya adalah belati, disamping tombak, ruduih yang disebut juga golok atau ladiang. Tombaknya yang berujung tiga disebut piarit.Karih Sumatera Barat

5. Suku
Suku dan marga yang terdapat didaerah Sumatera Barat adalah Mentawai, Minangkabau (Jambak, Guci, Piliang, Caniago, Tanjung, Pisang, Sikumbang, Panyalai, dan Koto).

6. Bahasa Daerah
Minangkabau, Melayu.

7. Lagu Daerah
Kampuang nan Jauah di Mato, Ayam Den Lapeh.