– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
– Revisha Avenia
– Vennysya Noviyanty
– Widianita Susanti
Kelas : 1PA10
Mata Kuliah: Pengantar Kreativitas dan Keberbakatan
Fakultas : Psikologi
Jurusan: Psikologi
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014/2015
‘Bumble-Sens Case’, mungkin terdengar aneh untuk pertama kali. Sebenarnya apa sih ‘Bumble-Sens Case’ itu?. ‘Bumble-Sens Case’ adalah produk yang diciptakan untuk melindungi gadget. Bukan hanya sekedar casing gadget biasa, ‘Bumble-Sens Case’ ini merupakan sebuah casing gadget yang bisa melindungi gadget konsumen dari benturan. ‘Bumble-Sens Case’ dapat digunakan untuk melindungi gadgethandphone, laptop, tablet, dll.
Ide terciptanya ‘Bumble-Sens Case’ adalah karena sekarang sebagian besar masyarakat menggunakan berbagai macam gadget dan pada umumnya gadget di zaman sekarang tidak tahan banting. Jika terkena benturan sedikit saja terkadang hang atau bahkan sampai rusak. Jadi, tentu saja sasaran produk ini adalah masyarakat yang sangat ‘menyayangi’ gadget-nya. Selain itu pemerintah juga berperan agar kami mendapatkan hak cipta atas terciptanya ‘Bumble-Sens Case’ ini.
Cara kerja ‘Bumble-Sens Case’ ini adalah ketika gadget jatuh dari ketinggian kurang lebih 25 meter atau gadget terkena benturan, maka ‘Bumble-Sens Case’ yang sudah dipasangkan pada gadget konsumen akan otomatis mengembang seperti bola, sehingga gadget aman dari benturan keras.
Nah, bagaimana sih proses pembuatan ‘Bumble-Sens Case’ itu sendiri?.
Berikut ini adalah proses pembuatannya:
1. Mencari bahan yang tepat untuk produk tersebut, mulai dari alat sensor bahan case yang tahan air, dan bahan yang kuat terhadap benturan
2. Kemudian, casing diberi warna agar telihat lebih menarik.
3. Selanjutnya, sensor terhadap benturan, tekanan, dan gravitasi bumi akan dibuat dalam ukuran mikro agar mudah disisipkan pada bagian casing.
4. Setelah semua pemasangan selesai, akan dilakukan pengujian terhadap casing pada kekuatan tekanan, benturan, dan ketinggian yang berbeda-beda.
5. Jika sudah lulus tahap pengujian, maka produk siap didistribusikan ke pasaran luas.
Harga yang ditawarkan untuk produk ini berkisar antara Rp 300.000 – Rp 450.000, bergantung pada jenis gadget yang akan diinginkan. Untuk pemesanannya sendiri dapat dipesan melalui web online yang sudah grup kami sediakan. Pengirimannya pun bisa dilakukan dengan menggunakan kurir jasa pengiriman barang yang sudah ditentukan.
Tentu saja agar produk ini dapat dikenal oleh masyarakat luas, kami akan meminta bantuan pemerintah agar produk ini diberikan hak cipta, sehingga sulit untuk orang-orang membuat produk serupa dengan ‘Bumble-Sens Case’ ini.
Setiap produk yang dibuat pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dari diciptakannya produk ini antara lain, sudah pasti ‘Bumble-Sens Case’ ini akan melindungi gadget konsumen dari benturan keras, dan dapat tahan benturan dan tekanan. Selain itu, ‘Bumble-Sens Case’ ini dapat dicustom sesuai dengan gadgetyang konsmen inginkan dan mudah dibersihkan. Sedangkan kekurangannya antara lain, harganya yang relatif mahal dan radiasi terhadap tubuh cukup tinggi karena disertai dengan sensor, sehingga diharapkan agar tidak meletakkan gadgetdi dekat tubuh saat sedang tidur.
Sejauh apa ‘Bumble-Sens Case’ akan berkembang? Pastinya selama masyarakat masih menggunakan gadget, produk ini akan selalu dibutuhkan dan selama tidak ada pemalsuan terhadap produk ini.
Harapan ke depan untuk ‘Bumble-Sens Case’ sendiri adalah dapat diakui tidak hanya di masyarakat Indonesia saja, melainkan masyarakat internasional. Selain itu, diharapkan pemerintah juga dapat turut serta membantu dalam perlindungan hak cipta dan ahli sensor agar dapat meminimalisir plagiat yang menyebabkan kegagalan pada produk ini.
Anggota Kelompok:
– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
- Revisha Avenia
- Vennysya Noviyanty
- Widianita Susanti
Kelas : 1PA10Mata
Kuliah: Pengantar Kreativitas dan Keberbakatan
Fakultas : Psikologi
Jurusan: PsikologiUNIVERSITAS GUNADARMA 2014/2015
=> Persepsi adalah proses mengenali objek atau peristiwa yang terjadi pada
individu setelah mendapat stimulus melalui penginderaan.
Ada 2 hal yang membedakan yaitu proses atas-ke-bawah. Pada
pemrosesan bawah-ke-atas (bottom-up processing), reseptor sensoris
mencatat informasi mengenai lingkungan luar dan mengirimkannya ke
otakuntuk analisis dan intepretasi. Pemrosesan bawah-ke-atas dipicu
oleh masukan suatu rangsangan (prouix 2007: Wei. & Zhou.2006).
Sedangkan pemrosesan dari atas-ke-bawah (top-bottom processing
dipicu oleh pemrosesan kognisi pada tingkat yang lebih tinggi di otak
(Sclack & Albright,2007 ; Zhaoping & Guyader, 2007). Kedua proses
terasebut terjadi ketika kita sedang merasa dan mempresepsikan dunia.
Sensasi adalah proses manusia dalam menerima informasi sensoris
melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi
sinyal-sinyal neural yang bermakna dan mengandung arti.
=> faktor-faktor persepsi
Faktor Internal
- Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
Alat indera atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus
sedangkan syaraf sensori berperan dalam meneruskan stimulus
– Indera penglihatan (visual)
– Indera pendengaran (auditori)
– Indera perabaan (taktil)
– Indera penciuman (olfaktori)
– Indera pengecap/rasa (gustatori)
- perhatian
Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan
untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan
fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang
berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga
berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu
obyek.
Faktor Eksternal
- Objek yang dipersepsi
Proses mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek ini
menimbulkan stimulusyang memicu atau merangsang alat indera atau
reseptor. Walaupun sebagian besar stimulus itu datang dari luar, ada
Juga stimulus yang datamg dari dalam individu yang memersepsi.
=> Proses perubahan sensasi-persepsi
- Stimulus yang berupa cahaya, suara, suhu
- Transductive => sinyal listrik => implus syaraf, adalah proses dimana
panca indera merubah energi fiaik ke sinyal-sinyal listrik yang
kemudian menjadi implus syaraf dan diteruskan ke otak untuk
diproses.
- Brain : Primary Areas adalah implus syaraf yang menjadi sensasi
- Brain : Association Areas adalah sensasi yang di ubah menjadi image
yang bermakna (persepsi).
-personalized perception adalah pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan
-ingatan personal akan menambah personal kita.
Oleh karena itu persepsi bisa tidak mencerminkan stimulus aslinya. Persepsi dapat bias, berubah, atau terdistorsi.
Daftar Pustaka
=> Heru Basuki, R.S (2008). Psikologi umum. Jakarta : Gunadarma
=> julestomihi.blogspot.com/sensasi-dan-persepsi.html
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Dengan demikian, pandangan hidup tidak timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Pandangan hidup dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang
mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan
kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur, antara lain:
1. Cita-cita
Cita-cita merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup yang akan datang. Dengan kata lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya. Apabila cita-cita itu belum terpenuhi, maka cita-cita tersebut disebut angan-angan. Dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya, ada tiga faktor yang mempengaruhi, yaitu:
1. Faktor manusia : manusia yang mau mencapai cita-citanya
ditentukan oleh kualitasnya. Semakin keras kemauan seseorang
untuk menggapai cita-citanya, maka cita-citanya akan tercapai
dan begitu juga sebaliknya. Cara keras dalam mencapai cita-cita
merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan
menjadikan dirinya puas.
2. Faktor kondisi : faktor ini dapat bersifat membantu dan
menghambat. Misalnya : Amir dan Budi adalah dua anak pandi
dalam satu kelas, keduanya bercita-cita sebagai dokter. Amir anak
orang yang cukup kaya dan kondisi ekonomi orang tuanya
memungkinkan Amir untuk menjadi seorang dokter. Sebaliknya
kondisi ekonomi Budi tidak memungkinkan Budi untuk menjadi
seorang dokter.
3. Faktor tingginya cita-cita : pepatah mengatakan “bayang-bayang
setinggi badan”, artinya mencapai cita-cita seduai dengan
kemampuan dirinya. Anjuran terakhir ini menyebabkan seseorang
secara bertahap mencapai apa yang diidam-idamkan.
2. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan
pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan
norma agama dan etika. Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku
setiap orang ada tiga hal, yaitu:
1. Faktor pembawaan (heriditas)
2. Faktor Lingkungan
3. Faktor Pengalaman
3. Usaha/Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita
Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Tanpa
usaha, manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras dapat
dilakukan dengan otak/ilmi maupun dengan tenag/jasmani, atau dengan
keduanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan
harkat dan martabat manusia, sebaliknya oemalas membuat manusia itu
miskin, melarat dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya
sendiri.
4. Kepercayaan/Keyakinan
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal
dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada
tiga aliran filsafat, yaitu:
1. Aliran Naturalisme: Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan
gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib berasal
dari natur yang berasal dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya
pada Tuhan, akan menganggap natur yang tertinggi.alam semesta
mutlak dikuasai Tuhan, jadi manusia hanya dapat berusaha
berencana, tetapi Tuhan yang menentukan hasilnya.
2. Aliran Intelektualisme: dasar aliran ini adalah logika/akal. Dengan
akal manusia berpikir. Apabila aliran ini dihubungkan dengan
pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal
Jadi pandangan ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang
diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik.
3. Aliran Gabungan: dasar aliran ini adalah kekuatan gain dan juga
akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan
percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
Langkah-Langkah Berpandangan Hidup
1. Mengenal
Merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
2. Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti yang dimaksudkan untuk mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Mengerti terhadap pandangan hidup memegang peranan penting karena dengan mengerti ada kecenderungan mengikuti aoa yang terdapat dalam pandangan hidup iyu.
3. Menghyati
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
4. Meyakini
Dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu.adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tingkah tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.
5. Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya maupun orang lain.
6. Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Langkah ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
1. Rumah Adat
Rumah adata Sumatera Barat dinamakan Rumah Gadang. Rumah Gadang di Sumatera Barat adalah untuk tempat tinggal. Rumah tersebut dapat dikenali dari tonjolan atapnya yang mencuat ke atas yang bermakna menjurus kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pakaian Adat
Kaum pria dari Sumatera Barat memakai tutup kepala yang disebut saluak. Memakai baju model teluk belanga yang berlengan agak pendek dan melebar ke ujung. Selembar kain menyelempang di bahu dan sebilah keris terselip di depan perut. Ia juga memakai celana panjang dengan kain songket melingkar di tengah badan. Sedangkan wanitanya memakai tutup kepala bergonjang yang disebut tangkuluak tanduak, baju kurung dengan kain songket menyelempang di bahu dan berkain songket. Perhiasan yang dipakainya adalah anting-anting, kalung bersusun dan gelang pada kedua belah tangan, pakaian ini berdasarkan adat Minangkabau.
3. Tari-tarian
Daerah Sumatera Barata. Tari Piriang, sebuah tarian tradisional yang melambangkan suasana kegotongroyongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama.b. Tari Payung, ditarikan oleh pasangan muda-mudi dengan payung tangan, sang pria selalu melindungi kepala sang wanita, sebuah perlambang perlindungan lelaki terhadap wanita.
4. Senjata Tradisional
Senjata tradisional yang amat terkenal di Sumatera Barat adalah Karih yang merupakan senjata tikam. Senjata tikam lainnya adalah belati, disamping tombak, ruduih yang disebut juga golok atau ladiang. Tombaknya yang berujung tiga disebut piarit.Karih Sumatera Barat
5. Suku
Suku dan marga yang terdapat didaerah Sumatera Barat adalah Mentawai, Minangkabau (Jambak, Guci, Piliang, Caniago, Tanjung, Pisang, Sikumbang, Panyalai, dan Koto).
6. Bahasa Daerah
Minangkabau, Melayu.
7. Lagu Daerah
Kampuang nan Jauah di Mato, Ayam Den Lapeh.