Kamis, 16 Juni 2016

Kesehatan Mental


“Abnormalitas – Fenomena LGBT”

Kelas                             : 2PA07
Nama Kelompok          :
1.     Adinda Fajarnindyah (10514263)
2.     Annisa Windra Septiva (11514407)
3.     Dian Ratnasari (12514998)
4.     Dwi Rahmawati (13514316)
5.     Irtia Rifda Pawae (15514473)
6.     Revisha Avenia (19514124)
7.     Suliana Tri Aulia Dienny (1A514506)

   
https://youtu.be/Z48909n2C38
Tema : Kesehatan Mental
Judul : Abnormalitas pada Fenomena LGBT
Konsep video : diskusi kelompok

     Dalam beberapa pemberitaan akhir-akhir ini, pembahasan mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) cukup hangat untuk didengar. LGBT merupakan salah satu perilaku abnormal, dimana individu mengalami kelainan seks pada dirinya. Perilaku abnormal (abnormal behavior)bagi para ahli psikologi seringkali disebut dengan gangguan perilaku (behavior disorder), atau ada juga yang menyebutnya dengan mental illness.
Perilaku LGBT meliputi:
1.       Lesbian, adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau secara spiritual.
2.       Gay, adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki atau disebut juga laki-laki yang mencintai laki-laki baik secara fisik, seksual, emosional ataupun secara spiritual. Mereka juga rata-rata agak memedulikan penampilan, dan sangat memperhatikan apa-apa saja yang terjadi pada pasangannya.
3.       Biseksual, adalah orientasi seks yang mempunyai ciri-ciri berupa ketertarikan estetis, cinta romantis dan hasrat seksual kepada pria dan wanita. Biseksualitas umumnya dikontraskan dengan homoseksualitas, heteroseksualitas, dan aseksualitas.
4.       Transgender, adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir. "Transgender" tidak menunjukkan bentuk spesifik apapun dari orientasi seksual orangnya.

          Perilaku LGBT ini sempat menimbulkan banyak protes dan penolakan di berbagai Negara termasuk Indonesia. Namun, di Amerika Serikat perilaku LGBT telah di legalkan secara resmi oleh Presiden Barack Obama. Walau terus diselimuti pro-kontra, setelah putusan dibacakan, Orang Nomor Satu di AS, Barack Obama mengeluarkan pernyataan resmi. Dia menyebut putusan ini adalah langkah maju bagi negara ini dalam hal persamaan hak.
"Semua warga AS, harus memiliki kesempatan yang sama di bawah hukum yang berlaku," ucap Obama. Bagaimana Kondisi Kesehatan Mental Mempengaruhi Komunitas LGBT? Seseorang yang termasuk dalam individu LGBT mempunyai pengaruh besar terkena depresi berat atau kecemasan umum 3 kali lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya diskriminasi dari lingkungan social.

          Seseorang yang LGBT harus menghadapi stigma dan prasangka terkait dengan identitas seksual dan jenis kelamin mereka serta bias social terhadap kondisi kesehatan mental. Banyak diantara  mereka yang termasuk LGBT, tidak sering berbicara tentang kesehatan mental dan kurang kesadaran tentang kesehatan mental. Hal tersebut memperkecil seseorang mencari pengobatan dan dukungan untuk hal yang lebih baik.Diskriminasi telah dikaitkan dengan LGBT dengan tinggginya tingkat gangguan kejiwaan, prasangka dan stigma, bunuh diri, dan penyalahgunaan zat. Contoh diskriminasi pada LGBT adalah adanya intimidasi di sekolah serta bullying yang di dapat dari lingkungan sekitar.

Faktor akibat dari perilaku LGBT:
1.     Kemungkinan besar untuk melakukan bunuh diri.
2.     Lebih mungkin untuk menjadi tunawisma.
3.     Gay lebih besar terkena penyakit HIV dan penyakit seksual lainnya.
4.     Lesbian dan perempuan Biseksual lebih dominan terkena obesitas.
5.     Transgender memiliki pravelensi tinggi pada HIV / PMS.
6.     Populasi LGBT memegan peranan tertinggi bagi penggunaan tembakau, narkoba, dan alcohol.

Adapun pendapat mengenai Pro-Kontra pada kasus LGBT ini.
a.     Pro LGBT
    ·        Mendukung bukan berarti menjadi bagian darinya. Kita cukup menerima dan memahami keadaannya, bahwa terlahir berbeda bukanlah perkara mudah. Jangan mengucilkan apabila ia tidak mengganggu kita. Apakah kita pantas mengucilkan ciptaan Tuhan?
    ·        Setiap orang berhak jatuh cinta dan semestinya mereka tidak boleh dipisahkan. Sayangnya, setiap orang tidak ada yang dapat memilih untuk jatuh cinta dengan siapa; laki-laki dengan wanita, laki-laki dengan laki-laki, atau laki-laki dengan wanita. Orientasi seksual seseorang tidak dapat diubah, ia telah diatur dalam gen manusia ketika lahir muncul secara alamiah ketika manusia memasuki masa pubertas.
     ·        Pasangan LGBT juga dianggap mampu untuk merawat dan membesarkan anak. Jadi, tak ada salahnya memberikan kebebasan yang sama bagi mereka untuk mengadopsi anak.

b.     Kontra LGBT
     ·        Hubungan sesama jenis dilarang oleh agama dan tergolong dosa besar. Hal ini telah diatur dalam kitab di semua agama, dan setiap orang pasti memiliki tafsiran atau pemahaman yang berbeda-beda akan hal tersebut.
     ·        Manusia diciptakan berpasang-pasangan oleh Tuhan, sudah seharusnya kita sebagai manusia mengikuti aturan tersebut dan tidak bertindak melawan kodrat. Orang yang tergolong dalam LGBT merupakan mereka yang melakukan penyimpangan dan upaya perlawanan terhadap Tuhan.
     ·        LGBT merupakan penyakit dan digolongkan dalam gaya hidup yang tidak sehat. Pengaruh lingkungan yang buruk sangat menentukan perilaku tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kemauan yang sungguh-sungguh dari pelaku LGBT agar dapat sembuh dan kembali normal.

Tujuan:
1.     Memberi pengertian apa itu LGBT.
2.     Menyampaikan sebab-akibat dari perilaku LGBT.
3.      Memberikan hasil pendapat pro-kontra terhadap perilaku LGBT

Kesimpulan:
1.     LGBT merupakan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, terutama dalam islam.
2.     Perilaku LGBT merupakan penyakit mental.
3.     Banyak menimbulkan efek negative bagi pelaku LGBT.

Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Portal:LGBT
http://www.anakui.com/2015/07/07/diskusi-bagaimana-pendapat-anak-ui-mengenai-lgbt/
https://www.healthypeople.gov/2020/topics-objectives/topic/lesbian-gay-bisexual-and-transgender-health
http://www.medscape.com/viewarticle/529619_3
http://www.pinknews.co.uk/2016/02/25/indonesias-leading-psychiatrists-class-homosexuality-as-mental-disorder/
http://www.apa.org/monitor/feb02/newdata.aspx
http://global.liputan6.com/read/2260632/amerika-resmi-legalkan-pernikahan-sejenis

Kamis, 31 Maret 2016

Teori Kepribadian Sehat

Pandangan Aliran Psikoanalisis dalam kepribadian sehat

Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Sigmund Freud sendiri dilahirkan di Moravia pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga “psikoanalisis” dan “psikoanalisis” Freud sama artinya. Bila beberapa pengikut Freud dikemudian hari menyimpang dari ajarannya dan menempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilih suatu nama baru untuk menunjukan ajaran mereka. Contoh yang terkenal adalah Carl Gustav Jung dan Alfred Adler, yang menciptakan nama “psikologi analitis” (en: Analitycal psychology) dan “psikologi individual” (en: Individual psychology) bagi ajaran masing-masing. Psikoanalisis memiliki tiga penerapan: suatu metoda penelitian dari pikiran; suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia; dan suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.
Dalam cakupan yang luas dari psikoanalisis ada setidaknya 20 orientasi teoretis yang mendasari teori tentang pemahaman aktivitas mental manusia dan perkembangan manusia. Berbagai pendekatan dalam perlakuan yang disebut “psikoanalitis” berbeda-beda sebagaimana berbagai teori yang juga beragam. Psikoanalisis Freudian, baik teori maupun terapi berdasarkan ide-ide Freud telah menjadi basis bagi terapi-terapi moderen dan menjadi salah satu aliran terbesar dalam psikologi. Sebagai tambahan, istilah psikoanalisis juga merujuk pada metoda penelitian terhadap perkembangan anak.

Kepribadian sehat psikoanalisis:
  • Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. 
  • Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar 
  • Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego 
  • Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya 
  • Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan
 
Pandangan Aliran Behavioristik dalam Kepribadian Sehat

Teori Behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Behavoralis melahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subjektif) dan juga psikoanalisis yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak.
Pendekatan Behavioristik (behavioral approach) kajian ilmiah mengenai berbagai respon perilaku yang dapat di amati dan penentu lingkungannya. Dengan kata lain ,pendekatan perilaku memusatkan pada interaksi dengan lingkungan yang dapat dilihat dan di ukur. Prinsip pendekatan perilaku juga telah di terapkan secara luas untuk membantu orang mengubah perilakunya kearah yang lebih baik (martin dan pear,2007, Watson dan Tharp,2007). Mengadopsi pendekatan ini disebut kaum behavioristik .dipimpinin telektual John B.Watson (1878-1958) dan B.F.Skinner (1904-1990), behaviorisme mendominasikan penelitian psikologi selama setengah abad 21 .
Skinner menekankan bahwa apa yang kita lakukan merupakan ujian terakhir atas diri kita sebenarnya .bahwa ganjaran dan hukuman menentukan perilaku kita . misalnya, seorang anak mungkin berperilaku sopan karena orang tuanya telah memberi ganjaran bagi pelaku tersebut. Orang dewasa mungkin bekerja keras pada pekerjaannya karena uang yang di dapat dari usahanya .Menurut kaum behavioristik ,bukankarenamotivasimendalam yang menjadikanseseorangkompeten , tetapi karena kondisi lingkungan yang kita alami dan terus kita alami. (skinner,1983).
Para kaum behavioristik kontemporer menekankan pentingnya mengamati perilaku untuk memahami individu dan mereka terus menggunakan metode eksperimen seperti didukung oleh Watson dan Skinner (cooper,Heron& Heward,2007) menekankan pentingnya penentu lingkungan dan perilaku (De-santis-moniaci& Altshuler,2007) tetapi tidak semua kaum behaviristik menerima penolakan proses berpikir oleh kaum behavioristik sering kali disebut kognisi. 

Kepribadian sehat Behavioristik
  • Manusia adalah makhluk perespon
  • Manusia tidak memiliki sikap diri sendiri
  • Mementingkan faktor lingkungan .
Pandangan Aliran Humanistik dalam Kesehatan mental
 
  Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.
Teori humanistik dipandang sebagai "third force" (kekuatan ketiga) dalam psikologi. Humanistik dapat diartikan sebagai "orientasi teoritis yang menekankan kualitas manusia yang unik, khususnya terkait dengan free will (kemauan bebas) dan potensi untuk mengembangan dirinya. Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai bapak dari Psikologi Humanistik. Gerakan ini memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan ciri - ciri eksistensinya. 
 Kepribadian sehat humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
  • Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
  •  Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya. 
  • Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas,  atau mayoritas.
  •  
Pendapat Para Tokoh tentang Kepribadian Sehat 

 Allport
teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia.
“Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya”
            Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport :
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Carl Rogers
  1. Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
  2. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
           a. conditional positive regard (bersyarat),
           b. unconditional positive regard (tak bersyarat). 

Abraham Maslow
        Maslow membawa psikologi barat untuk tugas yang penekanannya pada determinisme dan pengabaiannya terhadap manusia yang terjadi secara kebersamaan.Ia terutama ditentang oleh hasil generalisasi dari penemuan yang diturunkan dari penelitian atas “orang yang sakit mental” menjadi manusia yang utuh,berpendapat bahwa psikologi seharusnya member perhatian pada penelitian tentang kesehatan mental,yang mana dia memandang sebagai pemenuhan terhadap kelima hierarki motivasi dari kebutuhan perkembangbiakan dalam kebutuhanterhadp aktualisasi diri. Dia mendasarkan teori motivasinya pada asumsi optimis tentang instrinsik manusia yang ebrsifat baik,yang memandang sebagai bercorak biologisnya.

Erich Fromm
Kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
          “Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur.”
kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.

Sumber :
Laura A.King(2010).Psikologi umum.Jakarta : Salemba Humanika  

Prof. Dr. Bimowalgito(2010).Psikologi umum.Yogyakarta : Andi Yogyakarta 
 
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model - model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : Kanisius
 
 


Rabu, 23 Maret 2016

Tugas Kesehatan Mental

Pendahuluan

Pada dasarnya masyarakat memiliki pandangan tersendiri terhadapat konsep perilaku normal dan abnormal. seseorang dapat dikatakan normal apabila berperilaku sesuai dengan aturan ada di dalam masyarakat dan seseorang dapat dikatakan abnormal apabila berperilaku tidak sesuai dengan aturan yang ada di dalam masyarat. Namun, sebenarnya sangat sulit untuk menentukan seseorang yang berperilaku normal atau abnormal karena sulit menemukan sosok ideal atau sempurna dan tidak ada batasan yang tegas untuk membedakan perilaku normal dan abnormal.
Menurut WHO, seseorang dapat dikatakan sehat apabila sejahtera secara fisik, mental, sosial secara utuh, bukan hanya tidak adanya penyakit atau keadaan lemah tertentu.

Teori

Perilaku abnormal adalah kekalutan mental dan melampaui titik kepatahan mental atau dikenal sebagai nervous breakdown (get mental breakdown). Sepanjang sejarah budaya barat, konsep perilaku abnormal telah dibentuk, dalam beberapa hal. Contohnya, masyarakat purba menghubungkan perilaku abnormal dengankekuatan supranatural atau yang bersifat ketuhanan.
Model perilaku abnormal adalah penggambaran gejala dalam dimensi ruang dan waktu mencakup :
- Ide - ide untuk mengidentifikasi gejala patologi
- Sebab - sebab gejala
- Cara mengatasi

pendekatan biologis dalam penyembuhan perilaku abnormal berpendapat bahwa gangguan mental, seperti penyakit fisik disebabkan oleh disfungsi biokimiawi atau fisiologis otak. Terapi fisiologi dalam upaya penyembuhan perilaku abnormal  meliputi kemoterapi, elektrokonvulsif dan prosedur pembedahan.

 Normal dan abnormal perlu dipertimbangkan dari berbagai aspek dan pendekatan. Profesor Suprapti Sumarno (1976), ada dua pendekatan dalam membuat pedoman tentang normalitas:

1. Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan yang didasarkan atas patokan statistik dengan melihat pada sering atau tidaknya sesuatu terjadi dan acapkali berdasarkan perhitungan maupun pikiran awam.
  • Misal, perilaku makan sepuluh kali dalam sehari.
2. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan yang didasarkan observasi empirik pada tipe-tipe ideal dan sering terikat pada faktor sosial kultural setempat.
  • Misal, perilaku menangis berlebihan hingga menjerit-jerit pada mereka yang sedang mengalami kehilangan seseorang di suatu lingkungan budaya.
Faktor penyebab munculnya tingkah  laku abnormal
Prilaku abnormal psikologi menggunakan acuan DSM (Diagnostic and Statistical manual of mental disorder) DSM adalah system klasifikasi gangguan - ganguan mental yang paling luas di terima. DSM menggunakan kriteria diagnostic specific untuk mengelompokkan pola - pola perilaku abnormal yang mempunyai ciri - ciri klinis yang sama dan suatu sistem evaluasi yang multiaksial. Sistem aksial terdiri dari 5 klasifikasi. penilaian perilaku abnormal dapat ditelaah menggunakan berbagai cara (metode) salah satunya metode - metode assesment yang harus reliabel dan valid yang dapat di ukur secara biologis dan secara psikososial yaitu :

 Secara Biologis
1. Kerusakan Gen
     adanya penurunan gen/komponen yang tidak lazim/abnormaly kromosom yang menyebabkan perkembangan janin menjadi terganggu karena adanya malformas/bentuk yang salah, misalnya Down Syndrome.

2. Leabilitas Konstutional
     Adanya karakteristik tertentu yang dibawa seseorang sejak dini (terutama pada masa prenatal) yang akan berpengaruh dalam menentukan tingkah laku selanjutnya, selain itu ysng turut menentukan tingkah laku abnormal seseorang kondisi tubuh yang rentan terhadap penyakit, cacat fisik serta keenderungan reaksi primer individu (cara individu bereaksi terhadap stimulus yang diberikan, biasanya berawal dai masa bayi sebagai akibat dari reaksi pertama dengan lingkungan seperti sensitifitas tertentu terhaap stimulus yang ada atau diberikan)

3. Kerusakan Otak
     Penyebab kasus Retardasi Mental pada seseorang disebabkan oleh kerusakan mental. Kerusakan trjadi karena seseorang yang rentan terhadap perubahan biokimia diotaknya pada saat kondisi stres yang menyebabkan tingkah lakunya abnormal seperti gangguan mood, penderita Alzheimer dan lain - lain.

4. Deprivasi/Gangguan fisik
     Pada fungsi tubuh seperti pencernaan, peredaran darah, adanya luka atau peyakit tertentu yang menimbulkan rasa sakit/ nyeri mempengaruhi dan menurunkan keseimbangan fisik biasanya mengganggu pula tingkah lakunya, seperti menjadi terganggu secara emosional/sensitive, takut, regresi, dan lain - lain.

Secara Psikososial
1. Deprivasi Dini/Trauma
     Adanya pengalaman - pengalaman tertentu yang menyebabkan luka dan sulit disembuhkan/trauma psikis yang menjadikan kehilangan rasa aman, rasa berharga atau wrong perception pada diri atau lingkungannya. hal ini terjadi pada seseorang yang tidak mendapatkan perhatian yang kuat, perasan ditolak/rejection, adanya hukumannya yang keras, inkonsistensi dalam perlakuan pola asuh serta kurangnya komunikasi/interaksi dengan orang tuanya.
Contoh kasus
Sally, seorang pustakawan 35 tahun, relatif hidup terisolasi dan tidak punya sahabat. Sejak kecil, ia sangat pemalu dan telah menarik diri dari hubungan dekat dengan orang lain untuk menjaga dari perasaan terluka atau dikritik. Dua tahun sebelum dia masuk terapi, ia punya waktu tertentu untuk pergi ke pesta dengan kenalan yang ia temui diperpustakaan. saat mereka tiba di pesta, Sally merasa sangat tidak nyaman karena dia tidak pernah memakai pakaian pesta. Dia terburu-buru pergi dan menolak untuk melihat kenalannya lagi.
Pada sesi pengobatan awal, dia duduk diam cukup lama, ia terlalu sulit untuk berbicara tentang dirinya sendiri. Setelah beberapa sesi, dia tumbuh untuk mempercayai terapisnya. Dia terkait insiden ditahun awal dimana ia telah "hancur" oleh perilaku alkoholis ayahnya yang menjengkelkan di depan umum. Meskipun ia telah mencoba untuk menjaga tentang masalah keluarganya dari teman-teman sekolahnya, namun sudah tidak mungkin maka dia membatasi persahabatannya, untuk melindungi diri dari kemungkinan malu atau kritikan.
Ketika Sally pertama kali memulai terapi, ia menghindari diri untuk bertemu orang yang bisa dipastikan bahwa mereka "seperti dia." Dengan terapi yang berfokus pada keterampilan sosial, peningkatan mulai tampak, ia membuat beberapa kemajuan pada kemampuannya untuk mendekati orang dan berbicara dengan mereka.

Analisis Kasus

Secara umum Sally lebih memilih menutup diri dan susah membaur dengan lingkungannya. Ia beranggapan bahwa semua orang yang bertemu dengannya berperilaku yang sama sepertinya karena ia trauma dengan ayahnya yang alkoholic yang berdampak pada rasa takut orang disekitar mengetahui hal tersebut. Masalah itu membuat orang di sekitarnya menganggap bahwa Sally berperilaku yang tidak biasanya dan lebih buruknya, mereka menganggap Sally orang yang "aneh". Padahal sebenarnya ia sedang menghadapi sebuah masalah yang menurutnya normal dilakukan olehnya. Masalah perilaku abnormal yang di tunjukan oleh Sally diketahui oleh Therapis. Untuk mengetahui masalah yang dialami Sally, therapis melakukan pemeriksaan dan menemukan kesimpulan bahwa Sally memiliki masalah psikososial. Seperti yang sudah disebutkan pada teori di atas, masalah psikososial terjadi karena adanya trauma atau rasa sakit masa lalu yang membuat seseorang kehilangan rasa aman, rasa berharga yang akhirnya membuat dirinya memiliki persepsi yang salah terhadap dirinya dan lingkungannya.
 
Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Abnormalitas
https://psikologiabnormal.wikispaces.com/Avoidant+Personality+Disorder
http://www.slideshare.net/nur-arifaizal-basri/psikepribadian-45787799
\http://www.ilmupsikologi.com/2015/10/pengertian-normal-dan-abnormal-dalam-psikologi-menurut-para-ahli.html#ixzz43mxvWy9P

Selasa, 26 Januari 2016

Psikoterapi : Psikologi klinis dalam internet

Psikoterapi dengan bantuan internet


Psikoterapi merupakan serangkaian  metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Psikoterapi dengan bantuan internet bisa menjadi alternatif solusi. Meski awalnya psikoterapi hanya bisa dilakukan melalui tatap wajah (face to face), kini psikoterapi bisa dilakukan melalui hubungan jarak jauh seiring  berkembangnya teknologi internet.Komputer sebagai media komunikasi,yaitu komunikasi antara seseorang individu dan individu lain dilakukan melalui komputer. Teknologi online juga membuat sangat sederhana untuk berpartisipasi dalam dukungan komunitas dan kelompok. Walaupun internet dikembangkan pada tahun 1960 penelitian lain yang menunggunakan komputer untuk membiarkan individu berkomunikasi atau berbicara untuk perangkat lunak Program.

Contoh bentuk aplikasi psikoterapi dengan bantuan internet :


1. E-Counseling


Layanan E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi internet dalam bidang psikologi. E-Counseling merupakan layanan internet yang menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media terseut mereka dapat memberikan interferensi psikoterapi. Pada awalnya konseling hanya sebatas pertemuan tatap muka antara konselor dan klien, namun saat ini konseling juga dapat diselenggarakan dengan berbagai media yang memungkinkan hubungan konseling jarak jauh (Prayitno, 2012:136).

Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui konseling secara online :

  • Terdapat rekaman yang permanen selama proses konseling berlangsung, sehingga hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien, konselor, maupun supervisor konselo
  • Seni mengetik akan membantu individu untuk merefleksikan pengalamannya.
  • Klien dapat mengekspresikan perasaannya dalam kondisi "sekarang", sehingga klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panik tanpa harus menunggu sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLoed, 2009:553).

2. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer


Menurut jurnal yang ditulis oleh Zakiyah dalam judulnya "Pengaruh dan Efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Client Cemas dan Depresi", mengatakan bahwa kecemasan dan depresi merupakan bentuk gangguan jiwa yang paling umum terjadi. Perawatan dan pengobatan yang efektif untuk gangguan cemas dan depresi sangat diperlukan agar individu yang mengalami gangguan tersebut dapat kembali produktif dalam memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ia tidak bergantung pada orang lain, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
  • CBT merupakan gabungan terapi kognitif dan terapi perilaku yang dirancang untuk. merubah pola pikir negatif menjadi positif sehingga individu memiliki kemampuan  untuk bereaksi secara adaptif dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
  • CBT efektif dan banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental atau kecemasan.
  • CBT belum dapat diaplikasikan secara optimal karena adanya keterbatasan biaya, akses dan praktisi ahli.
  • CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi, kecemasan dan efisien dari segi biaya.

3. Test Personality Plus Berbasis Web


Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan tes kepribadian tanpa menggunakan kertas sehingga hasilnya pun dapat langsung diperoleh. Melalui aplikasi ini, diharapkan pengguna dapat menambah pengetahuan tentang macam-macam kepribadian seseorang dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.Psikoterapi ini bermanfaat untuk orang-orang yang malu untuk berkonsultasi secara langsung dan juga bagi orang-orang yang sulit untuk dijangkau oleh terapis

4. ELIZA


Perangkat lunak ini disebut ELIZA,adalah sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum di 1960 untk meniru komunikasi seorang terapis.Ini adalah contoh pertama dari komputer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.

5. E- TERAPI


E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan.Juga disebut sebagai terapi online.Kelebihan dan kekurangan(keterbatasan) dari psikoterapis online

KELEBIHAN


1.      Terapi online-internet menjadi sebuah opsi baik untuk masyarakat daerah terpencil

Terapi Online menawarkan akses ke informasi kesehatan mental untuk masyarakat di daerah pedesaan atau terpencil. Mereka yang tinggal di daerah tersebut hanya mungkin tidak memiliki akses ke bentuk lain dari perawatan kesehatan mental karena tidak ada praktik kesehatan mental di wilayah geografis mereka. E-terapi memberikan individu-individu akses ke pengobatan yang mereka mungkin tidak sebaliknya.

2.      Aksesibilitas bagi mereka dengan keterbatasan fisik

Terapi secara online menyediakan akses ke individu yang cacat atau tinggal di rumah. Mobilitas dapat menjadi masalah besar ketika datang ke mengakses perawatan kesehatan mental. Individu yang tidak dapat meninggalkan rumah mereka karena berbagai alasan, seperti sakit fisik atau mental, mungkin menemukan terapi secara online alternatif yang berguna untuk pengaturan psikoterapi tradisional.

3.      Kenyamanan dan Keterjangkauan

Terapi online biasanya cukup terjangkau dan nyaman. Karena Anda akan menghadiri sesi terapi secara online dalam kenyamanan rumah Anda sendiri, Anda sering dapat menjadwalkan sesi terapi untuk kali yang paling nyaman bagi Anda. Saat ini, banyak negara mengharuskan penyedia asuransi untuk menutupi terapi secara online seperti mereka akan sesi terapi tradisional. Hubungi perusahaan asuransi Anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang perawatan e-terapi akan ditutupi oleh kebijakan Anda. Terapis secara online sering menawarkan pilihan pengobatan yang terjangkau bagi mereka yang tidak tercakup oleh asuransi kesehatan.

4.      Terapi Online Membuat Informasi Lebih diakses

Internet membuat informasi kesehatan mental lebih mudah diakses. Orang mungkin merasa nyaman berbicara dengan teman-teman dan keluarga tentang masalah kesehatan, tetapi mungkin tidak merasakan membahas keprihatinan kesehatan mental yang sama.

5.      Juga Bisa Menjadi Alat Pendidikan


E-terapi dapat menjadi alat penting untuk membantu orang belajar lebih banyak tentang kesehatan psikologis. Bahkan jika Anda merasa seperti mental kesejahteraan Anda kuat, terapi online dapat membantu Anda menjadi psikologis yang kuat.

KELEMAHAN

1.      Kekhawatiran Tentang Kerahasiaan, privasi, dan Teknologi diandalkan

Menjaga informasi pribadi kepribadian Anda adalah perhatian utama dalam psikoterapi, tetapi pengobatan secara online menambahkan lapisan kompleksitas. Kerahasiaan adalah sama pentingnya dalam terapi secara online seperti di bentuk tradisional lebih dari pemberian pengobatan. Karena informasi sedang dikirim secara online, itu membuat kebocoran privasi dan hacks lebih dari perhatian. Masalah teknologi juga dapat membuat sulit untuk mengakses pengobatan ketika Anda benar-benar membutuhkannya.

2.      Online Terapis Tidak Menanggapi Situasi Krisis

Sejak terapis online jauh dari klien, sulit untuk merespon dengan cepat dan efektif ketika krisis terjadi. Jika klien mengalami pikiran untuk bunuh diri atau telah menderita tragedi pribadi, bisa sulit atau bahkan tidak mungkin untuk terapis untuk memberikan bantuan langsung.

3.      Terapi Online Tidak Cocok untuk Orang dengan serius Psychiatric Penyakit

E-terapi dapat berguna untuk berbagai situasi, tetapi tidak ketika datang ke penyakit kejiwaan yang lebih serius yang memerlukan perawatan dekat dan langsung. Hal ini juga tidak sesuai untuk orang dengan masalah rumit atau rinci. Ruang lingkup terapi cenderung terbatas, sehingga sangat jarang efektif dalam situasi yang lebih kompleks.

4.      Terapi online Terkadang Lacks Informasi Penting

Dalam banyak kasus, terapis secara online tidak bisa melihat ekspresi wajah, sinyal vokal, atau bahasa tubuh. Sinyal-sinyal ini sering dapat cukup jitu dan memberikan terapis gambaran yang lebih jelas dari Anda perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku. Beberapa metode penyampaian seperti teknologi voice-over-Internet dan video chatting dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dari situasi, tetapi mereka sering kekurangan keintiman dan kerumitan yang memiliki interaksi dunia nyata.

5.      Kekhawatiran Etika dan Hukum Pose Potensi Masalah

Terapi secara online menghilangkan hambatan geografis, membuat penegakan kode hukum dan etika sulit. Terapis dapat memperlakukan klien dari mana saja di dunia, dan banyak negara memiliki berbagai persyaratan perizinan dan pedoman pengobatan. Hal ini penting untuk memahami kualifikasi terapis Anda dan pengalaman sebelum Anda memulai proses pengobatan.
Kesimpulan

Psikoterapi dengan bantuan internet merupakan metode berdasarkan ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental secara online atau berbasiskan internet, tanpa harus bertatap muka secara langsung antara klinisi dengan klien. Psikoterapi online sangat memudahkan juga menguntungkan bagi keduanya karena klien dapat mencurahkan segala perasaannya kapanpun, selain itu dari segi jarak tempuh dimana klien tidak perlu mendatangi konselor ataupun sebaliknya, proses yang begitu cepat dan juga sangat efisien.

Sumber :
https://rofifahmalihah.wordpress.com/2015/01/06/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam-internet/
http://jovitahandaru.blogspot.co.id/2015/01/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam.html
https://carneliaputri.wordpress.com/2014/01/01/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam-internet-3/
http://www.psychologicalscience.org/journals/cd/12_1/Taylor.cfm

Tim Penyusun 

1. Daniella Meira Ghea Anggarani    (12414525)
2. Dian Ratnasari                               (12514998)
3. Erna Usman                                   (13514634)
4. Revisha Avenia                              (19514124)